Istimewa

Pos blog pertama

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Opini Wisata Transportasi

OPINI TRANSPORTASI PARIWISATA

1. ”Pilihan destnasi dan ModaTransportasi Keputusan ini terkait dengan pilihan modatransportasi (destination and   transportation   mode   choice). Untuk kepentingan wisatawan dengan jarak yang jauh atau karena kendala tertentu, pesawat adalah pilihan moda transportasinya. Untuk perjalanan jarak pendek mungkin moda transportasi pilihanya adalah kereta api atau  bus  pariwisata  dan   lainya  yang paling sesuai.”

Kutipan ini diambil pada jurnal yang berjudul “Pengambilan Keputusan” oleh Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/. Diakses pada 3 Maret 2019.

Dengan ini opini saya mengenai hal tersebut adalah pemilihan modatransportasi untuk berwisata jika sebuah destinasi wisatanya jauh lebih baik menggunakan moda transportasi pesawat karena lebih mengefektifkan waktu dan tenaga namun jika destinasi wisata yang akan dikunjungi dekat dengan rumah bias menggunakan kereta api selain biayanya lebih murah juga kereta api salah satu transportasi yang aman dan tepat waktu, selain kerta api anda juga bias menggunakan bus pariwisata atau kendaraan pribadi.

2. “Perkembangan wisata domestic melalui darat banyak diminati oleh banyak wisatawan. Hal ini dikarenakan perangkutan melalui darat lebih murah, cepat, dan flexible, apabila dibandingkan dengan kapal laut maupun kapal udara meskipun daya tampung bus pariwisata lebih kecil dibandingkan kapal laut maupun kapal udara. Dengan demikian diberikan satu komponen biaya dalam perhitungan segitarif dan harga serta peningkatan daya tampung bus pariwisata. Agar dalam penentuan tarif tetap mendapat keuntungan tetapi pasar juga mampu menyewa”.

Kutipan ini diambil pada jurnal yang berjudul “Analisa Komponen Biaya Bus Pariwisata Guna Penentuan Tarif Dan Harga Sewa” oleh Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/. Diakses pada 3 Maret 2019.

Dengan ini opini saya tentang hal ini adalah bus pariwisata tidak kalah eksis dari transportasi lainnya seperti kepal laut ataupun pesawat, walaupun daya tampung bus pariwisata tidak sebanyak kapal latau pesawat namun bus pariwisata lebih diminati oleh wisatawan karena alasan tertentu yaitu  melalui jalur darat, waktunya yang flexibel dan biaya yang sangat terjangkau oleh wisatawan.

3. “Perumbuhan ekonomi suatu negara atau bangsa tergantung pada tersedianya perangkutan dalam negara atau bangsa yang bersangkutan. Trasportasi berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi. Namun, belum berkembang dalam upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan sertahasil-hasilnya”. Kutipan ini diambil pada jurnal yang berjudul “Analisa Komponen Biaya Bus Pariwisata Guna Penentuan Tarif Dan Harga Sewa” oleh Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/. Diakses pada 3 Maret 2019.

Dengan ini opini saya tentang transportasi sebagai pendorong bagi suatu pertumbuhan daerah adalah transportasi adalah komponen yang paling penting disuatu negara, tidak heran di negara maju sana banyak transportasi yang dikembangkan dan banyak inovasi baru di negara tersebut. Dengan adanya transportasi wisatawan dapat menggunjungi daerah yang berpotensi. Transportasi juga berdampingan erat dengan aksesibilitas, jika suatu destinasi wisata sangat bagus namun tidak ada akses jalanya akan percuma saja sedikit wisatawan yang akan berkunjung. Sehingga di era sekarang sangat penting peningkatan dan pemerataan  aksesibilitas dan transportasi untuk  memajukan bangsa.

4. “Angkutan wisata adalah perjanjian timbale balik antara pegangkut dengan pengirim, di mana pengangkut mengikat­kan diri untuk menyeleng­garakan perangkutan orang dari suatu tempat ketempat tujuan tertentu dengan se­lamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk mem­bayar tiangangkutan dan menerima barang dengan baik dan selamat.”

Kutipan ini diambil pada (H.M.N. Purwosujito:1991:2)  dalam ”Analisa Komponen Biaya Bus Pariwisata Guna Penentuan Tarif Dan Harga Sewa” oleh Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/. Diakses pada 3 Maret 2019.

Dengan ini opini saya tentang angkutan wisata adalah suatu kerja sama antara penyewa dan konsumen yang mempunyai kewajiban dan tanggung jawab masing-masing, seperti tugas dan tanggung jawab penyewa adalah menyediakan sarana transportasi seperti bus pariwisata dan mengantarkan wisatawan ke destinasi wisata yang ditentukan dengan selamat. Sedangkan konsumen mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membayar sewa bus dan jasa pengantaran tersebut.

5. “Perangkutan untuk tujuan ber­wisata di darat dapat menggunakan berbagai macam angkutan yang telah disediakan oleh perusahaan transportasi. Angkutan wisata menurut Departemen Perhubungan adalah “angkutan dengan meng­gunakan mobil, bus umum, bus pariwisata yang di lengkapi de­ngan tanda-tanda khusus, untuk mengangkut wisatawan ke dan dari daerah tujuan wisata”.

Kutipan ini diambil pada jurnal yang berjudul “Analisa Komponen Biaya Bus Pariwisata Guna Penentuan Tarif Dan Harga Sewa” oleh Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/. Diakses pada 3 Maret 2019.

Dengan ini opini saya tentang tujuan angkutan wisata adalah sebuah alat transportasi bisa berupa mobil atau bus yang mempunyai  label khusus seperti label atau tulisan pariwisata di bagian depan mobil dan bus atau dengan tanda khusus lainnya. Dan tujuan utamanya dari angkutan wisata adalah menjemput wisatawan dari daerah asal wisatawan dan mengantarkan wisatwan ke sebuah destinasi wisata yang ditentukan sebelumnya dengan aman dan selamat.

6. “Keberadaan angkutan penumpang bus pariwisata di Indonesia sangat dibutuhkan masyarakat yang melakukan perjalanan berwisata hal ini disebabkan keinginan dari para wisatwan yang ingin berkunjung kedaerah tujuan wisata sehingga sarana angkutan penumpang sangat penting dan vital bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat, terutama daerah-daerah yang menjadi tujuanwisata”.

Kutipan ini diambil pada jurnal yang berjudul “Analisa Komponen Biaya Bus Pariwisata Guna Penentuan Tarif Dan Harga Sewa” oleh Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/. Diakses pada 3 Maret 2019.

Dengan hal ini opini saya tentang hal ini adalah, dengan adanya bus pariwisata di Indonesia wisatawan sangat terbantu untuk pergi atau mengunjungi destinasi wisata yang diinginkan, karena fungsi bus pariwisata sendiri adalah mengangkut wisatawan dari asal wisatawan  ke destinasi wisata yang dituju. Selain itu bus pariwisata juga dapat membantu pertumbuhan ekonomi perekonomiaan masyarakat setempat yang ada di destinasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan.

First time in fky.

Bulan agustus lalu aku ke Jogja niatnya sih nyari kos-kosan tapi sekalian jalan-jalan hehe, jadi di Jogja aku rental motor buat muterin kota pelajar itu kaya gimana, karena sebelumnya aku belum pernah pergi ke Jogja. senja mulai terbenam berganti malam   mendadak aku pengen dateng keacara festival budaya gitu soalnya melihat story ig nya kakak kelas waktu SMA yang kuliah di Jogja sering banget ke acara festival budaya  jadi pengen ikutan pergi ke fetival budaya. Kebetulan aku sama sahabatku dari SMP panggil aja Dilan jalan-jalan malem niatnya sih ke Alkid eh dijalan nemu rame-rame gitu ternyata pas diliat itu festival  budaya ga pikir panjang langsung aja  kita parkir dan masuk ke festival ternyata nama festivalnya itu fky atau Festival Kesenian Yogyakarta yang ke 29 tempatnya  waktu aku dateng di pasar ngasem tema fky29nya itu sendiri umbar makbyarr nah kita kan dateng hari selasa tanggal 8 agustus tema hari itu adalah selasa merona.

IMG_20170808_202748Ini pertama kalinya aku dateng ke wisata budaya, udah pernah sih waktu di Bali tapi ga ngerti apa yang dipertunjukan. waktu masuk udah disambut sama stand makanan, dari makananya aja udah bervariasi dari jajanan tradisional ada juga yang jual gudeg dan ada yang jualan makanan jaman now kaya sosis terus jagung manis ada juga minuman yang dari jaman old sampai ke jaman now, contoh minuman jaman old  ada wedah uwuh,jahe, sama sekoteng. Minuman jaman nownya seperti es coklat, cute manggo, dan lain-lain. Karena kita ga laper jadi kita langsung masuk aja ke tempat festivalnya karena pas di depan panggung rame banget jadi kita lewatin aja kita langsung ke stand lukisan cuman liat aja sih karena emang ga ngerti sama lukisan juga jadi kita pergi ke stand jualan aksesoris disini juga jualanya beragam dari mulai jualan blangkon sampe ada yang jualan mahkota ala papua pas searching sih namanya mahkota cendrawasih, sama ada kain tenun gitu gatau dari mana ga tanya sama penjualnya, terus ada mahkota dari dayak juga, ada dream catcher  yang gede terbuat dari jaring kayaknya, ada noken juga disana banyak deh ga cuman jual barang khas Jogja tapi banyak juga yg dari luar Jogja. Pas kita liat-liat aksesoris ditemenin sama lagu-lagu nasional diiringi sama alat musik khas jawa karena kita ga belanja dan penasaran dipanggung itu ngapain akhirnya kita merapat ke sebelah kanan panggung yang lumayan sepi, waktu kita nonton ada cewe lagi nari jawa tapi gatau nama tariane itu apa. waktu tarianya udah selese masuklah host cowo cewe yang pakaianya biasa aja ga pake baju adat jawa atau batik Jogja mereka ngomong habis ini ada tarian persembahan dari ikatan mahasiswa dari timur yang mau nari gatau juga nama tariane apa coba tau mau dikasih tugas ginian pasti aku catet aku video deh kalo perlu. Tarianya cuman lari-lari tepuk tangan sama hentakan kaki sama diiringi sama alat musik cajon setelah itu ada penampilan wayang kulit, yaitu adegan Perang Kembang. Wayang kulit ini menceritakan perang antara kesatria melawan raksasa. Kesatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan beringas. Di dalam pementasan wayang kulit. adegan perang kembang ini biasanya keluar tengah-tengah atau di Pathet Sanga.Perang antara Kesatria (Bambangan) melawan raksasa ini sangat atraktif, dalam adegan ini juga bisa digunakan sebagai tempat penilaian seorang dalang dalam menggerakkan wayang. Makna yang terkandung dalam wayang kulit ini adalah bahwa segala bentuk kejahatan dan keangkaramurkaan pasti kalah dengan kebaikan. Malam itu juga ada pertunjukan Yogyakarta Light Orchestra yang luar keren banget. Yogyakarta Light Orchestra membawakan lagu masa kecil, sinchan, dan januari.

Tak terasa gelap pun jatuh, diujung malam menuju pagi yang dingin kita memutuskan untuk pulang mengistirahatkan badan dari gemerlapnya kota pelajar ini.

IMG_20170808_202719

cultural tourism

Mengapa orang dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan sebagainya datang berduyun-duyun ke pantai Kuta dan pantai Sanur di Bali? Bukankah di negara mereka sendiri terdapat banyak pantai yang mungkin saja pemandangan alamnya lebih indah daripada pemandangan pantai Kuta dan Sanur di Bali tersebut? Bila kita kaji lebih dalam, ternyata yang menjadi tujuan mereka, para turis asing tersebut adalah ingin melihat Kebudayaan Bali yang terkenal eksotik dan unik, yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat mereka. Bila Bali tidak menawarkan kebudayaan masyarakatnya tersebut, mungkin tidak akan ada daya tarik para wisatawan untuk mengunjunginya.

Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem komunikasi yang mengikat dan memungkinkan bekerjanya suatu himpunan manusia yang disebut masyarakat. Dengan demikian dapat didefinisikan kebudayaan sebagai “sistem aturan-aturan komunikasi dan interaksi yang memungkinkan suatu masyarakat terjadi, terpelihara, dan dilestarikan”. Kebudayaan itu memberikan arti kepada semua usaha dan gerak-gerik manusia. (Nababan, 1984: 49)
Berdasarkan definisi di atas, jelas sekali terlihat bahwa antara manusia dan kebudayaannya tidak dapat dipisahkan. Demikian juga antara manusia Indonesia dan kebudayaan Indonesia. Hal ini disebabkan manusia Indonesia di samping hidup dalam satu kesatuan wilayah masyarakat etnik, juga hidup dalam satu kesatuan Negara Republik Indonesia. Dalam kaitan ini, mereka menjunjung kebudayaan yang satu, sesuai dengan konsepsi wawasan nusantara, yaitu kebudayaan nasional Indonesia (Geriya, 1996: 71).

Pariwisata merupakan suatu fenomena yang terdiri dari berbagai aspek, seperti: ekonomi, teknologi, politik, keagamaan, kebudayaan, ekologi, dan pertahanan dan keamanan. Melalui pariwisata berkembang keterbukaan dan komunikasi secara lintas budaya, melalui pariwisata juga berkembang komunikasi yang makin meluas antara komponen-komponen lain dalam kerangka hubungan yang bersifat saling mempengaruhi (Geriya, 1996:38)

Kebudayaan sebagai salah satu aspek dalam pariwisata dapat dijadikan sebagai suatu potensi dalam pengembangan pariwisata itu. Hal ini disebabkan, dalam pengembangan pariwisata pada suatu negara atau suatu daerah sangat terkait dengan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah atau suatu negara. Indonesia, misalnya dengan bermodalkan kekayaan kebudayaan nasional yang dilatari oleh keunikan berbagai kebudayaan daerah bisa menggunakan kebudayaan sebagai salah satu daya tarik wisatawan.

Pengembangan kepariwisataan yang bertumpu pada kebudayaan lebih lanjut diistilahkan dengan pariwisata budaya. Dengan kata lain, pariwisata budaya adalah satu jenis kepariwisataan yang dikembangkan bertumpu pada kebudayaan (Geriya, 1996: 45). Kebudayaan yang dimaksudkan di sini adalah kebudayaan Indonesia yang dibangun dari berbagai kebudayaan daerah yang ada di Indonesia. Ini artinya, setiap langkah yang dilakukan dalam usaha pengembangan pariwisata di Indonesia selalu bertumpu pada kebudayaan nasional Indonesia. Segala aspek yang berhubungan dengan pariwisata, seperti: promosi, atraksi, manajemen, makanan, cindera mata, hendaknya selalu mendayagunakan potensi-potensi kebudayaan nasional Indonesia. Dengan demikian nantinya pariwisata Indonesia mempunyai ciri tersendiri yang dapat dibedakan dari pariwisata negara lain yang bertumpu pada potensi yang lain.

Uraian di atas menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pariwisata dan kebudayaan nasional Indonesia. Pariwisata Indonesia dikembangkan berdasarkan potensi kebudayaan nasional yang ada dan kebudayaan nasional akan berkembang seiring dengan perkembangan pariwisata. Di samping itu, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dengan konsep pariwisata budaya akan dapat memperkokoh kebudayaan nasional Indonesia.

dengan melakukan wisata budaya, wisatawan bisa mendapatkan banyak manfaat. Beberapa manfaat wisata budaya di antaranya sebagai berikut :

1. Melestarikan budaya

Manfaat wisata budaya yang pertama tentu saja berhubungan dengan budaya. Dengan melakukan wisata budaya atau mengunjungi objek wisata budaya, tentu saja wisatawan bisa turut ambil bagian dalam usaha pelestarian budaya tersebut, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Wisatawan yang datang pastilah memiliki tujuan tertentu. Namun apapun tujuannya, kehadiran mereka ke sebuah objek wisata budaya sudah merupakan salah satu upaya yang baik untuk terus melestarikan budaya yang ada. Hal ini akan membantu bangsa untuk mewariskan budayanya secara turun temurun.

2. Menambah wawasan kebudayaan

Selain bermanfaat untuk melestarikan budaya tertentu, wisatawan yang datang ke sebuah objek wisata budaya sudah pasti memiliki keuntungan bisa menambah wawasan mengenai kebudayaan sebuah daerah atau wilayah secara langsung. Misalnya orang yang datang ke sebuah candi, maka dia pasti akan bisa mempelajari segala seluk beluk candi beserta latar belakang kisahnya. Mereka tentu akan mendapatkan wawasan yang lebih luas dari objek wisata yang dikunjunginya dalam hal kebudayaan yang ada.

 

3. Mempelajari sejarah

Salah satu jenis wisata budaya adalah wisata sejarah. Dengan melakukan wisata sejarah, tentu wisatawan akan bisa mempelajari sejarah bangsa secara lebih langsung. Misalnya dengan mengunjungi museum, maka wisatawan bisa menelusuri kisah sejarah serta menemui bukti-bukti otentik yang ada di dalam museum tersebut. Hal ini akan membuat wisatawan mampu memahami mengenai sejarah sebuah lokasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya. Dan cara untuk menghormati sejarah salah satunya bisa dilakukan dengan wisata budaya.

4. Mengangkat citra bangsa

Seperti yang dijelaskan di atas, bangsa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak budaya dan juga kesenian yang patut untuk dipelajari. Indonesia juga memiliki banyak suku, dan setiap suku pasti memiliki budaya yang berbeda. Kekayaan Indonesia ini lah yang banyak menyedot perhatian turis asing dari berbagai negara. Saat ini, sudah mulai banyak turis dari luar negeri yang datang ke Indonesia dengan tujuan untuk mempelajari budaya, seni, sejarah, bahkan bahasa Indonesia. Tentu saja kondisi ini secara tidak langsung akan mengangkat citra bangsa Indonesia di kancah internasional. Lama kelamaan nama Indonesia akan dikenal oleh banyak negara.

5. Memupuk rasa cinta tanah air

Untuk wisatawan lokal pun, wisata budaya akan mampu memupuk rasa cinta kepada tanah air. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Demikian juga dengan budaya bangsa. Jika tidak kenal, mana mungkin rasa cinta pada budaya bisa meningkat. Sebaliknya, jika mengenal budaya bangsa, maka rasa cinta pada tanah air itu akan meningkat. Dan salah satu cara untuk mengenal budaya atau tanah air adalah dengan berwisata dan melihat secara langsung bagaimana budaya yang ada di masing-masing daerah.